Refleksi Peristiwa Situjuh, Supardi Ingatkan Generasi Muda untuk Kuasai Teknologi Informasi

Rabu, 17 Januari 2024, 06:30 WIB | Kabar Daerah | Kab. Lima Puluh Kota
Refleksi Peristiwa Situjuh, Supardi Ingatkan Generasi Muda untuk Kuasai Teknologi...
Ketua DPRD Sumbar, Supardi bersama Forkopimda, mengikuti upacara Peristiwa Situjuh di Lapangan Khatib Sulaiman, Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Senin. (humas)

LIMAPULUH KOTA (16/1/2024) - Ketua DPRD Sumbar, Supardi mengatakan patriotisme perjuangan masyarakat Minang, akan terus dikenang dan ditularkan dari generasi ke generasi demi kemajuan pembangunan daerah.

"Semangat perjuangan ini, diterjemahkan dengan menggembleng generasi muda kita untuk memiliki kecakapan spesifik terutama di bidang teknologi informasi. Kegiatan ini dituangkan dalam pokok-pokok pikiran dewan," ujar Supardi di Nagari Situjuah, Senin.

Hal itu disampaikan Supardi, disela peringatan Peristiwa Situjuh di Lapangan Khatib Sulaiman, Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari.

Peristiwa Situjuah merupakan bentuk patriotisme masyarakat Sumatera Barat yang mendedikasikan diri dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia, yang telah diproklamasikan, tanggal 17 Agustus 1945.

Baca juga: Open House Ketua DPRD Sumbar, Kuliner Khas Minang jadi Favorit

Saat itu, penjajah Belanda menyerang ibu kota negara sehingga sejumlah tokoh yang dipimpin Mr Sjafruddin Prawiranegara, mendirikan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI).

Oleh Belanda, PDRI ini juga diserang sehingga menewaskan beberapa orang pimpinan pejuang dan puluhan orang pasukan.

Tanggal pendirian PDRI di Sumatera Barat ini, kemudian dijadikan Hari Bela Negara. PDRI ini sendiri berdiri pada tanggal 22 Desember 1948.

Menurtu Supardi, salah satu mata rantai perjuangan PDRI adalah peristiwa tanggal 15 Januari 1949.

Baca juga: 'Virus FOMO' mulai Menjangkiti, Supardi: Payakumbuh Mesti Segera Temukan Jati Diri dan Berkolaborasi

Dimana, puluhan orang pejuang yang terdiri dari beberapa pimpinan dan puluhan anggota pasukan Barisan Pengawal Negeri dan Kota (BPNK) tewas, akibat diberondong tembakan oleh penjajah Belanda.

Halaman:

Penulis: Al Imran
Editor: Mangindo Kayo
Sumber:

Bagikan: