Festival Pamalayu Kenduri Swarnabhumi 2022 Ditutup, Ini Harapan Dirjen Kebudayaan

Rabu, 24 Agustus 2022, 08:02 WIB | Kabar Daerah | Kab. Dharmasraya
Festival Pamalayu Kenduri Swarnabhumi 2022 Ditutup, Ini Harapan Dirjen Kebudayaan
Bupati Dharmasraya berswafoto dengan Mahyeldi (gubernur Sumbar) dan Hilmar Farid (Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek) pada penutupan Festival Pamalayu Kenduri Swarnabhumi 2022 di Komplek Candi Pulau Sawah, Nagari Siguntur, Kabupaten Dharmasraya, Selasa.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi mengatakan, peradaban masyarakat melayu pada umumnya kebudayaan tertua yang berada di pinggir sungai.

Oleh sebab itu kota-kota besar yang dulunya berkembang di sumatera ini letaknya menghadap ke sungai.

"Peran sungai sebagai sumber kehidupan, kegiatan Kenduri Swarnabhumi merupakan upaya menghubungkan kembali, menyebarluaskan dan memperkuat kebudayaan melayu dengan berbagai kegiatan di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Batanghari," ucap Mahyeldi.

Baca juga: Komplek BBI Padang Lawas jadi Relokasi Korban Banjir Lahar Dingin, Dana Telah Tersedia di Kementrian PUPR

Dia mengatakan, di samping potensi yang dimiliki di sepanjang Sungai Batanghari, juga memiliki tantangan yang tidak ringan. Seperti pencemaran lingkungan, sosial budaya yang berdampak kepada masyarakat, terutama dalam merawat sungai dan pelestarian terhadap warisan budaya.

"Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memberikan solusi dalam menghadapi tantangan dan hambatan. Hal Ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Semoga kedepan kegiatan kolaborasi ini dapat kita laksanakan secara berkesinambungan," ungkap dia.

Mendukung hal tersebut, Gubernur Jambi, Al-Haris mengatakan, dengan Festival Pamalayu kali ini akan memunculkan multiplier effect, salah satunya adalah terjaga dan terpeliharanya lingkungan serta ekosistem Daerah Aliran Sungai (DAS) Batanghari yang berhulu di Dharmasraya dan berhilir di Provinsi Jambi.

"Pencemaran Sungai Batanghari relatif cukup tinggi. Kita berharap, agar kegiatan ini mampu membangkitkan kesadaran dan meneguhkan kepedulian masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan demi keberlanjutan kehidupan dimasa mendatang," ujar Al-Haris.

Bupati Dharmasraya, Sutan Riska, mengatakan, momentum digelarnya Festival Pamalayu sebagai ajang untuk mengenang kembali dan mempelajari perjuangan para leluhur dalam menciptakan sejarah dan budaya hingga mendunia.

Dalam penutupan Festival Pamalayu Swarnabhumi ini juga diadakan penanaman pertama pusat budidaya tanaman rempah, makan bajamba serta penampilan drama kolosal Dara Petak dan Dara Jingga. (kyo)

Halaman:
1 2
IKLAN PANTARLIH

Penulis:
Editor:
Sumber:

Bagikan: