'Virus FOMO' mulai Menjangkiti, Supardi: Payakumbuh Mesti Segera Temukan Jati Diri dan Berkolaborasi

Sabtu, 13 April 2024, 11:45 WIB | News | Kota Payakumbuh
'Virus FOMO' mulai Menjangkiti, Supardi: Payakumbuh Mesti Segera Temukan Jati Diri dan...
Ketua DPRD Sumbar, Supardi berdialog ringan dengan pemuda Kota Payakumbuh, di Agam Jua, Senin. (humas)

PAYAKUMBUH (8/4/2024) - Ketua DPRD Sumatera Barat, Supardi menegaskan, kemajuan peradaban harus dibarengi dengan gagasan pembangunan yang lebih baik lagi.

Karenanya, Kota Payakumbuh harus segera menemukan jati dirinya sebagai sebuah kota yang nyaman bagi siapa saja.

"Payakumbuh punya banyak potensi untuk jadi kota yang maju. Tinggal lagi, apa yang akan jadi fokus. Kuncinya serius. Jangan setengah-setengah," tegas Supardi.

Hal itu disampaikan Supardi, saat diskusi terbatas dengan anak-anak muda Payakumbuh di Agam Jua, Senin.

Baca juga: 75 WRSE Ikuti Pelatihan Pembuatan Kue Angkatan IX, Supardi: Jadilah Motor Penggerak Ekonomi Payakumbuh

Payakumbuh kekinian, menurut Supardi, terjebak pada FOMO semata. Kota yang merasa takut tertinggal, tapi tidak memiliki konsep branding yang mumpuni.

FOMO atau Fear Of Missing Out adalah rasa takut merasa "tertinggal" karena tidak mengikuti aktivitas tertentu.

Sebuah perasaan cemas dan takut yang timbul di dalam diri seseorang akibat ketinggalan sesuatu yang baru seperti berita, tren dan hal lainnya.

Rasa takut ketinggalan ini mengacu pada perasaan atau persepsi bahwa orang lain bersenang-senang, menjalani kehidupan yang lebih baik, atau mengalami hal-hal yang lebih baik.

Baca juga: Pelatihan Berusaha bagi WRSE Angkatan VIII, Supardi: UMKM Harus Percaya Diri dan Terus Berinovasi

Salah satu penyebab FOMO yaitu penggunaan media sosial. Berkembangnya teknologi saat ini menjadikan kita dapat dengan mudah menerima jutaan informasi di luar sana, contohnya melalui Instagram.

Halaman:

Penulis: Al Imran
Editor: Mangindo Kayo
Sumber:

Bagikan: