Kenangan di Pasa Pabukoan Payakumbuh Hentikan Perjalanan Supardi menuju Lokasi Safari Ramadhan

Senin, 18 Maret 2024, 18:45 WIB | Kuliner | Kota Payakumbuh
Kenangan di Pasa Pabukoan Payakumbuh Hentikan Perjalanan Supardi menuju Lokasi Safari...
Ketua DPRD Sumbar, Supardi ikut antri membeli gorengan di Pasa Pabukoan Kota Payakumbuh, Jumat sore. (humas)

Di tengah keramaian sore itu, Supardi sambil berkelakar dengan pedagang, mengimbau mereka untuk tidak menggunakan pengawet dan pemanis yang berbahaya bagi kesehatan pada aneka kuliner yang dijual.

"Kan lai pakai gulo cindua ko, ni? Jan campua lo jo pemanis buatan atau pewarna," ungkap Supardi.

"Ndak pak, kami lai pakai gulo soka," jawab pedagang sambil membungkus makanan untuk diberikan ke Supardi.

Baca juga: Supardi: Jangan Biarkan Generasi Muda Tercerabut dari Akar Budaya Minang

Di Pasa Pabukoan ini tersedia beragam menu makanan dan jajanan. Namun yang paling banyak dicari adalah berbagai makanan tradisional, yang kadang hanya ada ketika Bulan Ramadhan.

Seperti Bongko, Mie Tahu, aneka gorengan, berbagai jenis sambal, minuman dan banyak lainnya.

Ketika jam sudah menunjukkan pukul 18.00 WIB, Supardi dan rombongan kembali bergegas ke mobil.

"Kita jalan ke Tambago, warga sudah menunggu kita untuk berbuka puasa bersama," kata Supardi.

Pasa Pabukoan Jumat sore itu, memang sedang ramai-ramainya. Pembeli berdesakan.

Memang pasa pabukoan adalah tradisi masyarakat Payakumbuh. Tidak hanya untuk mencari takjil, tapi juga ajang silaturahmi.

"Pasa Pabukoan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat, dan pedagang harus menjaga kebersihan dan keramahan, apalagi nanti saat perantau pulang, tentu pasar ini akan semakin ramai," ungkap Supardi. (*)

Halaman:
1 2
IKLAN PANTARLIH

Penulis: Al Imran
Editor: Mangindo Kayo
Sumber:

Bagikan: