BANJIR PESSEL: Usulan Bantuan Perumahan Korban Bencana Disetujui Pemerintah Pusat

Sabtu, 30 Maret 2024, 23:30 WIB | Kab. Pesisir Selatan
BANJIR PESSEL: Usulan Bantuan Perumahan Korban Bencana Disetujui Pemerintah Pusat
Pemkab Pessel Rakor dengan BNPB via zoom, Jumat (29/03/2024). Dan mengatakan kalau usulan bantuan perumahan korban bencana di daerahnya, disetujui pemerintah pusat. FOTO: Dok Diskominfo Pessel

PESISIR SELATAN (30/3/2024) - Pemkab Pesisir Selatan (Pessel) Sumatera Barat mengatakan, kalau usulan untuk bantuan perumahan bagi korban bencana di daerahnya, disetujui pemerintah pusat.

Beberapa rumah terdampak dan kerusakan akibat banjir dan lonsor di Pessel pada Kamis 7 Maret 2024. FOTO: Dok Diskominfo Pessel
Beberapa rumah terdampak dan kerusakan akibat banjir dan lonsor di Pessel pada Kamis 7 Maret 2024. FOTO: Dok Diskominfo Pessel

Perihal ini, dikemukakan Sekda Pessel Mawardi Roska, usai mengikuti Rapat Koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) via zoom, Jumat.

Baca juga: RELAWAN SATRIA INSPIRES: Dipercaya Perantau, Di Apresiasi Pemkab Pessel

Dalam rakor terkait persoalan perumahan tersebut, membahas relokasi dan persiapan syarat - syarat administrasi, dari usulan relokasi tadi.

Beberapa rumah terdampak dan kerusakan akibat banjir dan lonsor di Pessel pada Kamis 7 Maret 2024. FOTO: Dok Diskominfo Pessel
Beberapa rumah terdampak dan kerusakan akibat banjir dan lonsor di Pessel pada Kamis 7 Maret 2024. FOTO: Dok Diskominfo Pessel

Mawardi Roska menyampaikan permintaan maaf atas ketidakhadiran Bupati Rusma Yul Anwar saat itu.

Baca juga: Pascabanjir Lahar Dingin, Normalisasi Sungai jadi Prioritas

Pasalnya, pesawat ditumpangi tidak bisa mendarat di BIM, karena penutupan bandara akibat dampak abu vulkanik gunung Marapi.

Beberapa rumah terdampak dan kerusakan akibat banjir dan lonsor di Pessel pada Kamis 7 Maret 2024. FOTO: Dok Diskominfo Pessel
Beberapa rumah terdampak dan kerusakan akibat banjir dan lonsor di Pessel pada Kamis 7 Maret 2024. FOTO: Dok Diskominfo Pessel

"Bapak Bupati, kemarin melakukan pertemuan dengan Kementerian terkait, dalam rangka koordinasi penanganan bencana, yang melanda daerah kita ini," terang Mawardi, dalam relis Diskominfo, Sabtu (30/3/2024).

Baca juga: 5 Alat Berat Diturunkan untuk Singkirkan Material Longsor, Mobil Damkar Lakukan Pembersihan Lumpur

Dalam kesempatan itu, Deputi IV Bidang Penanganan Darurat BNPB, Jarwansyah mengatakan, pihaknya sudah menerima usulan yang di sampaikan Bupati Pessel, kemarin dan dapat disetujui BNPB.

Beberapa rumah terdampak dan kerusakan akibat banjir dan lonsor di Pessel pada Kamis 7 Maret 2024. FOTO: Dok Diskominfo Pessel
Beberapa rumah terdampak dan kerusakan akibat banjir dan lonsor di Pessel pada Kamis 7 Maret 2024. FOTO: Dok Diskominfo Pessel

"Usulan tersebut, akan dianggarkan pada Direktorat Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, melalui penggunaan dana siap pakai," ucap Jarwansyah.

Baca juga: Monitoring Jelang Idul Fitri 2024 di Pessel, Raflis: Banyak Perantau Pulang Bawa Bantuan untuk Korban Banjir

Pihaknya meminta agar Pemkab Pessel, segera melakukan penuntasan pendataan fasilitas yang rusak, khususnya perumahan.

Beberapa rumah terdampak dan kerusakan akibat banjir dan lonsor di Pessel pada Kamis 7 Maret 2024. FOTO: Dok Diskominfo Pessel
Beberapa rumah terdampak dan kerusakan akibat banjir dan lonsor di Pessel pada Kamis 7 Maret 2024. FOTO: Dok Diskominfo Pessel

"Sesuai arahan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, agar kita segera melakukan percepatan proses pendataan rumah yang rusak akibat bencana ini," kata Jarwansyah.

Baca juga: Hari Kedua Banjir Lahar Dingin di Agam, 3 Alat Berat Dikerahkan, Ratusan Relawan Terlibat

Bimtek Verifikasi dan Validasi

Deputi mengatakan, proses perolehan data yang akurat dan lengkap tersebut, membutuhkan waktu yang panjang. Sehingga dibutuhkan akselerasi dalam hal verifikasi dan validasi.

"Untuk itu, kita akan mengadakan bimbingan teknis, terkait pendataan ini di Pesisir Selatan dalam waktu dekat ini. Tim kami, akan melakukan bimtek, kemudian melakukan pendataan, data bersumber dari Kepala Desa," kata Deputi.

Jarwansyah mengatakan, Bimtek memakai dana BNPB dan pihaknya menyarankan untuk kegiatan verfikasi lapangan, dilakukan setelah Idul Fitri.

Direktur Perencanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNBP, Syafera mengatakan, tidak semua rumah terdampak akan diberikan bantuan.

"Melalui pendataan nanti akan ditemukan rumah dengan kategori rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan, sesuai dengan paramater BNPB," katanya.

Ia mengatakan, tim yang melakukan pendataan untuk memastikan kondisi rumah yang rusak sedang, dan rusak ringan. Karena, verifikasi akan lama dalam penentuan ini.

"Untuk rusak ringan, dibawah kondisi 20 persen, tidak akan dilakukan penggantian," tambahnya.

Siapkan 180 Orang untuk Dibimtek

Sekda Mawardi Roska mengatakan, dalam bimtek ini, pihaknya akan menyiapkan 180 orang yang akan dilatih untuk pendataan ini.

"Semuanya, kita bagi ke dalam 30 Pokja, yang akan melibatkan Babinsa, Bhabinkamtibas, dan Pemerintah Nagari setempat. Yang masing-masing Pokja terdiri dari 6 orang," ujar Mawardi.

Siapkan Lahan Relokasi

Sekda mengatakan, saat ini Pemkab sedang menegosiasikan lahan, untuk relokasi dengan pemilik lahan. Agar, masyarakat terdampak bisa secepatnya dilakukan relokasi.

Rapat Koordinasi ini, juga dihadiri Forkopimda, BPBD, Dinas Perkimtan LH, Dinas PUTR, Dinas Kominfo, dan Camat yang wilayahnya terdampak.

Sebagai tambahan, data masuk terkait kerusakan rumah, diantaranya: 537 rumah rusak berat, 2.749 rusak sedang, dan 7.048 rusak ringan.(par-tsp)

Editor: Tusrisep

Bagikan: