Usai Temui DPRD Sumbar, Forum Masyarakat Minangkabau Desak Presiden Minta Maaf ke Masyarakat Melayu

Rabu, 20 September 2023, 21:11 WIB | Kabar Daerah | Provinsi Sumatera Barat
Usai Temui DPRD Sumbar, Forum Masyarakat Minangkabau Desak Presiden Minta Maaf ke...
Juru bicara FMM, Ibnu Aqil Ghani memberikan keterangan pers usai sampaikan dua point tuntutan ke DPRD Sumbar, Selasa sore. (humas)

PADANG (19/9/2023) - Wakil Ketua DPRD Sumbar, Irsyad Safar mengungkapkan, sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Forum Masyarakat Minangkabau (FMM) menyampaikan aspirasi terkait konflik agraria yang terjadi di Pulau Rempang, Kepri dan Air Bangis Pasaman Barat, Sumbar.

"Untuk kejadian di Pulau Rempang, peristiwa itu tidak jadi kewenangan DPRD Sumbar. Namun, aspirasi FMM tetap ditampung," jelas Irsyad usai menerima sekitar 30 orang anggota FMM yang mendatangi gedung DPRD Sumbar, Selasa sore.

Terkait konflik di Air Bangis, urai Irsyad, DPRD bersama Pemprov Sumbar sudah lahirkan kesepakatan untuk membuat forum rapat bersama, membahas sengketa lahan yang terjadi di daerah itu.

"Semoga, konflik yang terjadi di Rempang Batam, tidak sampai terjadi di Air Bangis. Perlu kita antisipasi agar tidak terjadi hal yang sama," ujar Irsyad

Baca juga: Gerakan Mahasiswa Pembebasan; Haram Serahkan Sumber Daya Alam ke Investor

Sementara, juru bicara FMM, Ibnu Aqil Ghani pada wartawan menyampaikan, Presiden Repubik Indonesia harus segera menyelesaikan sengketa yang terjadi di Pulau Rempang sekaligus membatalkan rencana Proyek Strategis Nasional (PSN) di daerah itu.

"FMM mendesak Presiden RI, meminta maaf pada seluruh masyarakat Melayu yang atas terjadinya peristiwa tersebut banyak memakan korban baik harta maupun jiwa," tegas Ibnu Aqil.

"Masyarakat Kampung Melayu Tua Rempang Batam adalah penduduk sah asli pribumi Indonesia yang keberadaannya tidak boleh diusik apalagi diusir dari negeri sendiri," tambah Ibnu Aqil.

Dikesempatan itu, FMM juga mendesak Pemprov Sumbar untuk bersikap pro rakyat dalam menyelesaikan sengketa lahan di Air Bangis Pasaman Barat.

Baca juga: Penanganan Unjuk Rasa di Pulau Rempang Dinilai Serampangan, Netty: Pendidikan Jauh Lebih Penting dari Proyek Strategis

"Pemprov Sumbar mesti akti menjaga batas-batas tanah ulayat dan hak-hak masyarakat adat. Kita berharap insiden yang terjadi di Rempang Batam, tidak terjadi Air Bangis," harapnya. (*)

IKLAN PANTARLIH

Penulis: Al Imran
Editor: Mangindo Kayo
Sumber:

Bagikan: