Komisi V DPRD Sumbar Kembali Matangkan Ranperda Pemajuan Kebudayaan Daerah

Minggu, 12 Mei 2024, 19:42 WIB | Kabar Daerah | Provinsi Sumatera Barat
Komisi V DPRD Sumbar Kembali Matangkan Ranperda Pemajuan Kebudayaan Daerah
Ketua Komisi V DPRD Sumbar, Daswanto memimpin rapat pembahasan Ranperda Pemajuan Kebudayaan Daerah, Cagar Budaya dan Permuseuman dengan mitra kerja dan stakeholder, Kamis (2/5/2024). (humas)

PADANG (12/5/2024) - Ketua Komisi V DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Daswanto mengatakan, dalam konteks Sumbar, bentuk-bentuk hasil kebudayaan ini dapat ditemukan dalam beragam bentuk.

Mulai dari warisan budaya yang dihasilkan beriringan dengan sejarah masyarakat, pengetahuan yang dihasilkan dari kehidupan ekspresi seni, hingga karya-karya kontemporer.

"Seluruh bentuk dan nilai yang ada dalam kebudayaan ini perlu dijaga dan dikembangkan untuk meningkatkan kualitas kehidupan," papar Daswanto.

Hai itu disampaikan Daswanto pada rapat pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (ranperda) tentang Pemajuan Kebudayaan Daerah, Cagar Budaya dan Permuseuman yang digelar Komisi V DPRD Sumbar dengan mitra kerja dan stakeholder, Kamis (2/5/2024).

Dikatakan, kebudayaan merupakan salah satu bidang yang sangat penting untuk diperhatikan dalam kerangka perencanaan pembangunan, baik pembangunan berskala nasional dan daerah.

"Kebudayaan melekat dalam setiap individu dan kelompok bangsa, yang merupakan ekspresi dari kompleksitas kehidupan," katanya.

Menurutnya, karakteristik adat dan budaya Minangkabau berdasarkan pada nilai falsafah, adat basandi syara', syara' basandi kitabullah.

Selain itu, sesuai pula dengan aturan adat salingka nagari yang berlaku, serta kekayaan sejarah, bahasa, kesenian, desa adat/nagari, ritual, upacara adat, situs budaya, dan kearifan lokal yang menunjukkan karakter religius dan ketinggian adat istiadat masyarakat.

"Sumbar dapat dikatakan identik dengan dua hal yaitu Minangkabau dan Islam," ujarnya.

Ia menambahkan, garis besar permasalahan kebudayaan di Sumatera Barat adalah tergerusnya eksistensi kebudayaan lokal di tengah masyarakat akibat pengaruh globalisasi.

"Diharapkan nantinya keberadaan Ranperda ini menjadi salah satu solusi karena selama ini belum ada regulasi khusus di Sumatera Barat mengenai Kebudayaan," katanya.

Halaman:

Penulis: Al Imran
Editor: Mangindo Kayo
Sumber:

Bagikan: