Bencana Lahar Dingin Gunung Marapi, Mahyeldi: Sedimen di 5 Sungai akan Dikeruk

Sabtu, 06 April 2024, 19:15 WIB | Kabar Daerah | Provinsi Sumatera Barat
Bencana Lahar Dingin Gunung Marapi, Mahyeldi: Sedimen di 5 Sungai akan Dikeruk
Gubernur Sumbar, Mahyeldi didampingi Hansastri (Sekdaprov) memimpin rapat koordinasi penanganan banjir lahar dingin Gunung Marapi bersama sejumlah pihak terkait, di Ruang Rapat Istana Gubernur, Sabtu (6/4/2024). (humas)

PADANG (6/4/2024) - Gubernur Sumbar, Mahyeldi kumpulkan seluruh kepala dinas dalam rapat koordinasi bersama sejumlah pihak terkait, di Ruang Rapat Istana Gubernur, Sabtu (6/4/2024).

Bupati Tanah Datar dan Bupati Agam sebagai kepala daerah yang wilayahnya terdampak banjir lahar dingin juga turut hadir secara daring.

"Seluruh pihak harus fokus terhadap langkah penanganan jangka pendek. Di antaranya memastikan keselamatan setiap warga, agar tidak ada korban jiwa jika sewaktu-waktu banjir kembali terjadi," ungkap Mahyeldi memberikan arahan.

Menurut Mahyeldi, semua warga di lokasi rawan bencana, mesti dievakuasi. Pemprov juga mesti menyediakan pos pengungsian yang layak.

Baca juga: Mendag Bawa 40 Truk Sembako untuk Korban Banjir Lahar Dingin Marapi, Kepala Daerah dari PAN Ikut Mendampingi

Selanjutnya terkait penyediaan kebutuhan konsumsi dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak. Dia menginstruksikan itu dilaksanakan Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Sumbar.

"Sudah saya instruksikan Kadis Kesehatan dan Kadis Sosial untuk bergerak hari ini. Dapur umum dan posko kesehatan harus berdiri," ujar Mahyeldi.

Kemudian, sebut Mahyeldi, pengerukan sedimen banjir lahar dingin yang menutup akses jalan sudah dibersihkan dinas terkait.

Selanjutnya penanganan jangkah menengah yakni pemgerukan sedimen material erupsi yang masih ada di hulu sungai akan dikeruk juga.

Baca juga: Presiden Jokowi Kunjungi Korban Banjir Lahar Dingin di Batu Taba Agam, Siangnya Langsung Balik

Tujuannya, agar aliran sungai tidak meluber keluar saat intensitas hujan tinggi.

Halaman:

Penulis: Al Imran
Editor: Mangindo Kayo
Sumber:

Bagikan: