Padang Gencarkan Gerakan 1821 lalu Mematikan Televisi
VALORAnews -- Pemko Padang akan menggencarkan gerakan 1821. Gerakan 1821 bukanlah gerakan unjuk rasa. Akan tetapi gerakan untuk mengajak seluruh orangtua memperhatikan pendidikan anaknya mulai pukull 18.00 hingga 21.00 WIB.
"Mulai pukul 18.00 hingga 21.00 WIB, seluruh anak berada di rumah dan melakukan aktifitas positif. Seperti mengaji, shalat berjamaah, belajar, dan lainnya," terang Mahyeldi Dt Marajo, Senin (10/4/2017).
Dikatakan Mahyeldi, gerakan ini merupakan pengembangan program Maghrib Mengaji yang diusung sebelumnya. Rencananya, setelah menggencarkan gerakan 1821 ini, Pemko Padang kemudian menggencarkan gerakan mematikan televisi.
"Gerakan ini dilakukan Pemko Padang, terkait bonus demografi yang akan diperoleh Indonesia. Di mana pada 2020-2040 mendatang, penduduk Indonesia didominasi pemuda," tukasnya.
Baca juga: Pemprov Sumbar Sebar Ratusan Ribu Bibit Ikan Garing untuk Masyarakat Sintuak
Diketahui, Mahyeldi memang berkomitmen menyiapkan pemuda untuk menciptakan generasi unggulan saat Indonesia mendapat bonus demografi. Mahyeldi menegaskan, komitmen ini diwujudkan dengan penguatan dalam tataran sekolah, pendidikan agama dan pergaulan setiap hari.
"Fokus penguatan di sekolah dalam hal kemampuan individu dan kreatifitas seperti mengikuti kegiatan lomba pembelajaran, pembinaan oleh guru, termasuk membuat beragam kegiatan bermanfaat seperti sekolah sehat, sekolah bersih, sekolah kreatif dan sebagainya," ulasnya.
Dalam hal ini, peranan guru dan orang tua siswa amat penting terutama dalam memberikan pengarahan pada minat dan bakat. Pemerintah sendiri telah menyiapkan berbagai penghargaan untuk berprestasi dan beasiswa.
Upaya konkret dalam mendidik secara agama yang diharapkan Mahyeldi, yakni melalui kegiatan hafal al Quran, wirid remaja, pejuang subuh, pesantren Ramadhan, dan wirid Jumat. Sedangkan fokus utama pemerintah dalam penataan pergaulan, seperti melakukan razia pada saat waktu belajar, sosialisasi bahaya narkoba melalui kepolisian dan badan narkotika, penyuluhan seks bebas, pendampingan dan lainnya.
Baca juga: POKDARWIS PESSEL Studi Tiru ke Kebun Agrowisata Lumin Padang
Diharapkan Mahyeldi, saat bonus demografi mendatang, Padang memiliki manusia dengan tingkat intelektual tinggi, berdaya saing sekaligus taat beragama. (rls/vri)
Penulis:
Editor:
Sumber:
Berita Terkait
- Reses Dapil, Albert Hendra Lukman Jemput Aspirasi Penerima KIP dan PIP di Kota Padang
- Warga Piai Tengah Minta M Iqra Chissa Perjuangkan Perbaikan Irigasi dan Jalan
- Tampung Aspirasi Warga Kecamatan Padang Timur, Muhidi Sarankan Ada Rembug Warga yang Bukan Musrenbang
- Hendri Septa-Hidayat Tawarkan Tiga Kartu Hebat di Pemilihan Serentak 2024, Ini Manfaatnya
- Hidayat Beberkan Pembenahan Sektor Kesehatan, Ekonomi dan SDM jika Dipercaya jadi Kepala Daerah