Cari Pemicu Banjir, Gubernur Sumbar Bawa Wawako Bukittinggi Susuri Sungai di Lambah Ngarai Sianok

Kamis, 06 Juni 2024, 02:45 WIB | Kabar Daerah | Kota Bukittinggi
Cari Pemicu Banjir, Gubernur Sumbar Bawa Wawako Bukittinggi Susuri Sungai di Lambah...
Gubernur Sumbar, Mahyeldi didampingi Marfendi (Wawako Bukittinggi) dan jajaran Pemko Bukittinggi dan Pemkab Agam, menyusuri sungai di Lambah Ngarai Sianok, pascabanjir, Selasa. (humas)

BUKITTINGGI (4/6/2024) - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi temukan sedimen di sungai yang mengalir di Ngari Sianok sudah tinggi, sehingga badan sungai jadi sangat dangkal.

Selain itu, juga ditemukan tebing yang alami longsor di bagian hulu sebagai dampak dari air bah yang melanda Lambah Ngarai Sianok pada, Senin, 5 Juni 2024 sore lalu.

"Sekitar 100 meter area perbukitan di sekitar kawasan ini, sudah runtuh dan menyebabkan longsor. Di samping itu, tumpukan sampah juga ikut memicu terjadinya banjir, sehingga juga harus segera dibereskan," ungkap Mahyeldi.

Hal itu disampaikan Mahyeldi usai menyusuri aliran sungai di Lambah Ngarai Sianok bersama Wakil Wali Kota Bukittinggi, Marfendi beserta staf Pemko Bukittinggi dan Pemkab Agam, Selasa.

Baca juga: Silaturahmi dengan JMSI dan PJS Bukittinggi, Ini Harapan Wawako Bukittinggi

Dikesempatan itu, Mahyeldi juga menyalurkan bantuan berupa kebutuhan harian dan logistik untuk warga terdampak banjir di kawasan Ngarai Sianok. Setidaknya, terdapat 14 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak dalam kejadian air bah tersebut.

Untuk penanganan lebih lanjut, Mahyeldi menyebut, perlu dibahas kembali bersama Pemko Bukittinggi dan Pemkab Agam dengan leading sector Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Sumbar.

"Normalisasi perlu dilakukan, dengan penggalian sedimen dan kemudian ditimbunkan ke kiri dan kanan sungai. Kita punya Pergub dan Perwako sebagai regulasi nantinya," ucap dia.

Selain itu dari hasil penelusuran, sambung Gubernur, juga ditemukan area yang cukup luas di kawasan Bukik Sampik, yang bisa digunakan untuk membangun konstruksi penahan air dan pasir.

Baca juga: Hari Bhayangkara ke78, Marfendi: Semangat Persisi harus Terpatri di Setiap Langkah Polri

Kemudian, air dan pasir yang tertahan itu nantinya bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Halaman:
IKLAN COKLIT DPT PILKADA SERENTAK 2024 SUMATERA BARAT

Penulis: Al Imran
Editor: Mangindo Kayo
Sumber:

Bagikan: