Bimtek Penguatan Kebudayaan, Supardi Ajak Tungku Tigo Sajarangan Ikut Selesaikan Persoalan Sosial

Minggu, 19 Mei 2024, 23:45 WIB | Kabar Daerah | Provinsi Sumatera Barat
Bimtek Penguatan Kebudayaan, Supardi Ajak Tungku Tigo Sajarangan Ikut Selesaikan...
Ketua DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Supardi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Pemangku Kebudayaan di Bukittinggi, Jumat. (humas)

BUKITTINGGI (17/5/2024) - Ketua DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Supardi menilai, ketika angka pengangguran tinggi, akan berdampak terhadap tingkat kriminalitas.

Kemudian, peredaran narkoba juga akan berkembang dan terus meningkat, sehingga harus diselesaikan secara bersama-sama.

"Kami mengajak masyarakat adat yang terdiri dari Ninik Mamak, Bundo Kanduang, Alim Ulama hingga Cadiak Pandai, berkontribusi dalam menjawab persoalan sosial yang berkembang di masyarakat," harap Supardi.

Ajakan tersebut disampaikan Supardi, saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Pemangku Kebudayaan di Bukittinggi, Jumat.

Supardi melihat, pemangku adat juga harus meningkatkan kapasitas diri karena menyangkut kelangsungan dalam manajemen memimpin masyarakat.

Tentunya hal itu seiring dengan UU No 17 Tahun 2022 tentang Sumatera Barat. Dalam regulasi itu ditegaskan, filosofis Minangkabau adalah Adat Basandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah.

Dikatakan Supardi, terkait sektor ekonomi, dulunya Sumbar merupakan provinsi yang merajai perputaran uang di Pulau Sumatera. Sekarang, secara statistik, pertumbuhan ekonomi (PE) Sumbar berada pada peringkat lima.

Seiring perputaran uang yang mengalami penurunan, gaya hidup pun juga mengalami pergeseran. Dimana banyak masyarakat yang terlalu memaksa untuk memiliki sesuatu.

Hal itu dibuktikan dengan maraknya pertumbuhan lembaga pemberi kredit (leasing-red). Dalam sehari, bisa saja leasing menghimpun dana masyarakat lebih kurang Rp10 miliar sehari. Dana segar ini kemudian dibawa ke pusatnya.

Selain itu, persoalan lain yang masih jadi pekerjaan rumah bagi pemerintah adalah menekan angka pengangguran yang masih 5,2 persen.

Sementara, di Payakumbuh menepati peringkat ketiga se-Sumbar angka penganggurannya dengan persentase 4,84.

Halaman:

Penulis: Al Imran
Editor: Mangindo Kayo
Sumber:

Bagikan: