OJK: DPK Perbankan di Sumbar Tumbuh 4,81 Persen

Rabu, 27 Maret 2024, 18:45 WIB | Bisnis | Provinsi Sumatera Barat
OJK: DPK Perbankan di Sumbar Tumbuh 4,81 Persen
Kantor OJK Sumbar di Jl Khatib Sulaiman, Padang.

PADANG (27/3/2024) - Pada Januari 2024, aset perbankan (Bank Umum dan Bank Perekonomian Rakyat) di Sumatera Barat tumbuh 4,83 persen (yoy) jadi sebesar Rp80,04 triliun. Sementara, penyaluran kredit tumbuh 7,48 persen (yoy) menjadi sebesar Rp69,66 triliun.

"Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 4,81 persen (yoy) menjadi sebesar Rp54,32 triliun. Risiko kredit masih terjaga dengan rasio NPL 2,25 persen, dan rasio LDR 128,22 persen," ungkap Plt Kepala OJK Sumatera Barat, Guntar Kumala dalam pernyataan tertulis yang diterima, Rabu.

Semntara, penyaluran kredit untuk pelaku UMKM mencapai Rp31,08 triliun, tumbuh sebesar 9,50 persen (yoy).

Penyaluran kredit kepada pelaku UMKM ini mencapai 44,62 persen persen dari total kredit perbankan di Sumatera Barat.

Baca juga: BPR Sembilan Mutiara Air Bangis Ditutup, OJK Sumbar: Tenang, Nasabah Dijamin LPS

"Kredit UMKM paling banyak disalurkan kepada sektor perdagangan besar dan eceran dengan pangsa mencapai 48,20 persen dan ke sektor pertanian, perburuan & kehutanan sebesar 28,40 persen," ungkap dia.

Untuk kinerja perbankan syariah, dari sisi aset, DPK dan penyaluran pembiayaan masih menunjukan pertumbuhan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan perbankan konvensional.

Aset perbankan syariah Sumatera Barat tumbuh sebesar 13,84 persen (yoy) menjadi sebesar Rp10,41 triliun, dengan penghimpunan DPK meningkat sebesar 13,65 persen (yoy) menjadi sebesar Rp9,95 triliun.

Kemudian, penyaluran pembiayaan tumbuh 26,06 persen (yoy) menjadi sebesar Rp8,87 triliun. Risiko pembiayaan juga masih terjaga dengan rasio NPF 1,71 persen, dan rasio FDR 89,19 persen.

Baca juga: OJK Hentikan Program Stimulus Restrukturisasi Kredit Perbankan Penanganan Pandemi Covid-19

Kinerja Bank Perekonomian Rakyat di Sumatera Barat juga tumbuh dengan baik. Aset tumbuh 6,76 persen (yoy) menjadi sebesar Rp2,59 triliun, penghimpunan DPK tumbuh 4,17 persen (yoy) menjadi sebesar Rp1,95 triliun.

Halaman:

Penulis: Al Imran
Editor: Mangindo Kayo
Sumber:

Bagikan: