Bupati Agam Jamin Studi Anak Yatim Asal Pulai Tangah Hingga Perguruan Tinggi, Ini Kisahnya

Kamis, 22 September 2022, 18:11 WIB | Kabar Daerah | Kab. Agam
Bupati Agam Jamin Studi Anak Yatim Asal Pulai Tangah Hingga Perguruan Tinggi, Ini Kisahnya
Bupati Agam, Andri Warman berlinang air mata mendengar kisah Aisyah Maharani Putri Dewi dari neneknya, Zurhartini di Pulai Tangah, Lubuk Basung, Kamis siang. (humas)

AGAM (22/9/2022) - Perjuangan hebat Aisyah Maharani Putri Dewi, asal Pulai Tangah, Lubuk Basung, melawan ketidakberuntungan dalam mengarungi kehidupan, memantik simpati banyak pihak. Termasuk menggugah rasa kemanusiaan Bupati Agam, Andri Warman.

Andri Warman langsung mendatangi kediaman Aisyah di Pulai Tangah, usai mendengar kabar sendu sang bocah. dia pun dengan tegas menyatakan, kini Aisyah tak sendiri lagi.

Pada Kamis, Andri Warman dan rombongan, menyambangi kediaman Aisyah. Tampak jelas, Andri Warman tak mampu membendung air mata, saat bertemu bocah penghafal al Quran itu. Aisyah tampak langsung dirangkul bupati.

Tak hanya bupati, puluhan warga yang turut melihat kondisi Aisyah dan sang nenek, Zurhartini (64) juga larut dalam sendu.

Baca juga: PEMKAB PESSEL Salurkan Bantuan YAPI di Kecamatan Batang Kapas

Mereka tampak tak mampu menyembunyikan kesedihan ketika mendengar perjuangan haru nenek dan cucu dalam mengarungi kehidupan yang sulit.

Selain melihat langsung kondisi Aisyah dan sang nenek, kehadiran bupati juga jadi pelipur bagi keduanya. Pasalnya, bupati yang akrab disapa AWR ini bakal menjamin biaya pendidikan bagi Aisyah hingga tamat perguruan tinggi kelak.

"Saya melihat potensi yang luar biasa dari Aisyah. Baik saya jadi bupati atau tidak, kelak biaya pendidikan Aisyah akan saya tanggung hingga perguruan tinggi," ujarnya.

Andri Warman berkisah, kehidupan yang dilakoni Aisyah nyaris persis yang dialaminya semasa kecil. Namun, ia sadar, kehidupan harus diperjuangkan dan tak melulu larut dalam keterbatasan.

Baca juga: Jamu Buka Puasa Bersama, Erman Safar Santuni 162 Anak Yatim

"Kegigihan Aisyah mengingatkan saya pada pengalaman masa kecil. Saya ditinggal bapak sejak usia dua tahun, namun saya tanamkan prinsip, tidak ada yang tidak mungkin jika kita mau berjuang," tuturnya sembari menahan bulir air mata.

Halaman:
CALON DPD RI PSU SUMATERA BARAT

Penulis:
Editor:
Sumber:

Bagikan: