Hari Kelima Banjir Lahar Dingin di Agam, 22 Korban Meninggal Dunia Ditemukan, Sinergisitas Diperkuat

Kamis, 16 Mei 2024, 08:45 WIB | Kabar Daerah | Kab. Agam
Hari Kelima Banjir Lahar Dingin di Agam, 22 Korban Meninggal Dunia Ditemukan,...
Kabid KL BPBD Agam, Ichwan Putra Danda pimpin rapat evaluasi penanganan banjir lahar dingin di posko utama di SDN 08 Simpang Bukik, Nagari Bukit Batabuah, Kecamatan Canduang, Rabu. (humas)

AGAM (16/5/2024) - Kalaksa BPBD Agam, Budi Prawiranegara tegaskan arti penting rapat evaluasi harian penanggulangan bencana banjir bandang dan tanah longsor.

Rapat menghadirkan jajaran pemerintah di 6 kecamatan terdampak banjir bandang lahar dingin Gunung Marapi dan tanah longsor yang terjadi Sabtu, 11 Mei 2024 lalu.

"Komunikasi dan sinergitas serta kerjasama di antara komponen penanganan dampak bencana, merupakan salah satu kunci keberhasilan penanggulangan bencana," ungkap Budi usai rapat di posko utama di SDN 08 Simpang Bukik, Nagari Bukit Batabuah, Kecamatan Canduang, Rabu.

Rapat evaluasi yang ketiga kalinya ini, merupakan cara dalam membangun serta memelihara kesinambungan komunikasi dan kerjasama yang solid, guna mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukan.

Baca juga: DPRD Agam Sharing dengan DPRD Sumbar untuk Lahirkan Kebijakan Merujuk Pengetahuan dan Praktek Terbaik

Seperti, evakuasi korban, penyaluran bantuan pemakanan, merencanakan langkah-langkah berikutnya serta mencari solusi tentang hambatan-hambatan yang ditemui sekaligus menerima laporan dari masing-masing Satgas.

"Sesuai arahan Bupati Agam, setiap sore pada masa tanggap darurat, kami selalu melakukan rapat evaluasi guna menentukan langkah-langkah yang perlu diambil dalam penanganan bencana ini," terangnya.

"Rapat sekaligus mencari jalan keluar terhadap masalah yang timbul dan membangun komunikasi yang lebih intens," tambah Budi melalui Kabid KL, Ichwan Putra Danda.

Dikatakan, rapat dilaksanakan pada sore hari, guna mendapatkan informasi yang lengkap terhadap Protap yang telah dilakukan serta memperbaiki kekurangan sarana prasarana pendukung untuk keesokan harinya.

Baca juga: Generasi Stunting akan Bebani Negara, Ini Langkah Antisipasi Pemkab Agam

"Jika ada sarana prasarana yang kurang dalam melakukan evakuasi untuk esok hari, kita bicarakan juga dalam rapat ini agar dapat ditentukan cara mengatasinya dengan menyampaikan pada pimpinan atau minta bantuan pada pihak-pihak terkait," sambung Ichwan.

Halaman:

Penulis: Al Imran
Editor: Mangindo Kayo
Sumber:

Bagikan: