1260 Masyarakat Mengadu ke OJK per Mei 2023, Mayoritas Terkait Pinjol dan Investasi Ilegal
PADANG (15/6/2023) - Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Sumbar, terus mendorong 28 nagari tertinggal di Sumatera Barat menjadi nagari berkembang.
"Melalui TPAKD, kita melahirkan program 'Nagari Naik Kelas' dan program 'Nagari Keuangan Inklusif.' Semoga, program ini ikut berkontribusi menjadikan tak ada lagi nagari berstatus tertinggal di Sumbar," harap Kepala OJK Sumbar, Yusri dalam pernyataan tertulisnya, Kamis.
Dua program ini, merupakan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembukaan akses keuangan melalui pembentukan TPAKD di tingkat provinsi, kabupaten dan kota.
Sejak tahun 2021, seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Sumatera Barat telah memiliki TPAKD.
Baca juga: Pelepasan 27 Ekor Merpati Tandai Peresmian Kampung Pengawasan Partisipatif Bawaslu Padang
"Melalui dua program peningkatan inklusi keuangan berbasis nagari itu, diharapkan masyarakat nagari dapat semakin mudah mengakses layanan kasa Keuangan sehingga mendorong peningkatan status dari tertinggal," tukas dia.
Edukasi dan Perlindungan Konsumen
Sementara itu, rentang waktu Januari sampai dengan Mei 2023, Kantor OJK Provinsi Sumatera Barat telah menyelenggarakan 15 kegiatan edukasi dengan sasaran peserta meliputi masyarakat umum, pelajar, pelaku UMKM dan penyandang disabilitas.
Kegiatan edukasi tersebut dilakukan dengan target meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap tugas OJK, produk dan layanan industri jasa keuangan, serta waspada investasi ilegal.
Di bidang pelindungan konsumen, dari bulan Januari sampai dengan Mei 2023, pada Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK) tercatat sebanyak 1.260 layanan masyarakat yang berdomisili di Sumatera Barat.
Penulis: Devan Alvaro
Editor: Mangindo Kayo
Sumber:
Berita Terkait
- Potensi Pertanian dan EBT Sumbar Belum Tergarap, Audy Joinaldy: Pemerintah Terkendala Hilirisasi dan Investasi
- Polda Sumbar Tanam Jagung Manis untuk Sukseskan Asta Cita Presiden Prabowo, Ini Harapan Muhidi
- Pemprov Sumbar dan BPH Migas Sepakat Pertajam Pengawasan Penyaluran BBM dan Gas
- Nilai Proyek Fly Over Sitinjau Lauik Tembus Rp2,7 Triliun, Audy: Melalui Skema KPBU Bank Nagari Sanggupi Rp500 Miliar
- Dharmasraya Alami Deflasi Periode Oktober 2024