Kesenjangan Pelayanan Kanker: Tantangan dan Harapan

*Dr. Rhandyka Rafli, Sp.Onk.Rad(K)

Rabu, 01 Mei 2024 | Opini
Kesenjangan Pelayanan Kanker: Tantangan dan Harapan
Dr. Rhandyka Rafli, Sp.Onk.Rad(K)

DI INDONESIA, tantangan penanganan kanker terus menjadi isu kesehatan masyarakat yang mendesak.

Dengan angka kejadian yang terus meningkat, kanker tidak hanya menjadi ancaman bagi kesehatan tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan.

Khususnya di Sumatera Barat, situasi ini diperparah oleh kesenjangan akses ke perawatan kanker yang memadai.

Istilah "Kesenjangan Layanan Kanker" merujuk pada disparitas dalam akses ke layanan kesehatan kanker yang berkualitas, termasuk pencegahan, diagnosis dini, pengobatan, dan perawatan paliatif.

Di Sumatera Barat, kesenjangan ini mencerminkan kombinasi dari keterbatasan infrastruktur kesehatan, kurangnya spesialis, dan hambatan sosial-ekonomi yang dihadapi oleh pasien dan keluarganya.

Membahas tentang kesenjangan layanan kanker sangat penting, tidak hanya bagi tenaga kesehatan, tetapi juga bagi kepala pemerintah dan pengambil kebijakan.

Karena melibatkan banyak pihak, topik ini membuka ruang bagi perubahan yang signifikan dalam sistem kesehatan.

Dengan meningkatkan kesadaran terhadap masalah ini, diharapkan terjadi peningkatan dukungan untuk inisiatif dan kebijakan yang akan mengurangi kesenjangan layanan dan memperbaiki kualitas hidup pasien kanker di Sumatera Barat.

Sumatera Barat menghadapi beban penyakit kanker yang signifikan dengan prevalensi yang mencapai 2,47 per 1000 penduduk, menurut data Riskesdas terbaru.

Di antara jenis kanker yang sering terjadi, kanker payudara, kanker serviks, dan kanker nasofaring mendominasi.

Tingginya angka kejadian ini membutuhkan perhatian khusus dalam hal akses ke layanan kesehatan yang adekuat dan pengembangan program deteksi dini yang efektif.

Halaman:

*Dokter Spesialis Onkologi Radiasi RS UNAND

Bagikan: