Aliansi BEM Sumbar Ajak DPRD Diskusikan Persoalan Bangsa

Kamis, 12 Januari 2017, 21:02 WIB | Kabar Daerah | Provinsi Sumatera Barat
Aliansi BEM Sumbar Ajak DPRD Diskusikan Persoalan Bangsa
Aktivis BEM se-Sumbar, berdialog dengan Wakil Ketua DPRD Sumbar, Arkadius Dt Intan Bano, usai aksi damai, Kamis (12/1/2017). Mereka mengajak anggota dewan berdiskusi soal kebangsaan. (humas)

VALORAnews - Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Arkadius Datuak Intan Bano menegaskan, lembaga DPRD sangat siap menerima dan menampung aspirasi mahasiswa. DPRD juga berkeinginan untuk berdiskusi panjang lebar terkait berbagai persoalan bangsa bersama mahasiswa.

Hal itu ditegaskan Arkadius saat menerima kedatangan mahasiswa perwakilan dari Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Sumatera Barat, Kamis (12/1/2017). Menurut Arkadius, lembaga DPRD terbuka dan sepakat dengan keinginan mahasiswa untuk berdiskusi.

Dalam kesempatan itu, mahasiswa melalui Edi Kurniawan menyampaikan keinginan untuk bertemu dengan ketua DPRD sekaligus berdiskusi. Ada tiga poin yang ingin didiskusikan, yang semuanya menyangkut persoalan bangsa. Mahasiswa ingin diskusi tersebut menghasilkan suatu kesepakatan atau pernyataan sikap bersama.

Dikatakan Edi Kurniawan, sesuai dengan tema aksi mahasiswa di 19 titik secara serentak di Indonesia hari ini, ada tiga poin yang ingin dibahas Aliansi BEM Sumatera Barat yaitu soal PP No 60 Tahun 2016 tentang Kenaikan Tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak. Kemudian mengenai kenaikan tarif listrik serta mengenai Bahan Bakar Minyak (BBM).

Baca juga: BK DPRD Sumbar Dukung Gagasan Pembentukan Forum BK Indonesia, Ini Alasan Muzli M Nur

"Kami setuju dengan apa yang disampaikan bahwa DPRD dan mahasiswa ingin berkolaborasi untuk membicarakan permasalahan bangsa, dalam rangka mendapatkan output yang jadi kesepakatan untuk disampaikan ke pusat," ujar Arkadius menanggapi.

Arkadius mengajak mahasiswa untuk menyepakati jadwal dialog ke DPRD Sumatera Barat, agar mahasiswa bisa berdiskusi dengan lebih dalam. Dalam kesempatan itu, dapat disepakati bahwa pertemuan akan berlangsung pada Kamis pekan depan (19/1/2017), sehingga bisa dihadiri seluruh unsur pimpinan dan pimpinan alat kelengkapan.

"Untuk menyesuaikan dengan agenda DPRD, perlu disusun jadwal yang pas sehingga bisa dihadiri oleh seluruh unsur pimpinan dewan dan pimpinan alat kelengkapan, sehingga diskusi bisa berlangsung lebih tajam untuk mendapatkan sebuah kesepakatan yang akan disampaikan ke pemerintah pusat," paparnya.

Sementara, Sekretaris DPRD Provinsi Sumatera Barat, Raflis yang mendampingi Arkadius menerima mahasiswa menambahkan, pimpinan DPRD bersifat kolektif kolegial. Pimpinan DPRD Provinsi Sumatera Barat, terdiri dari satu orang ketua dan tiga orang wakil ketua. Dalam hal tersebut, setiap unsur pimpinan memiliki kekuatan hukum yang sama.

Baca juga: Kode Etik DPRD Sumbar Adopsi Kearifan Lokal Minang ABS-SBK

Dia menerangkan, kehadiran salah satu pimpinan sudah mewakili sesuai dengan prinsip kolektif kolegial tersebut. Namun, permintaan mahasiswa agar pertemuan dengan mahasiswa dapat dihadiri seluruh unsur pimpinan terutama ketua DPRD serta pimpinan alat kelengkapan, maka jadwal yang dijanjikan rasanya sudah pas mengingat kegiatan DPRD saat ini.

Halaman:
IKLAN PANTARLIH

Penulis:
Editor:
Sumber:

Bagikan: