Khalid Akbar: Raihan Ariatama Itu Tokoh Milenial yang Lahir dari Persalinan Normal

Senin, 03 Juni 2024, 09:45 WIB | News | Provinsi Sumatera Barat
Khalid Akbar: Raihan Ariatama Itu Tokoh Milenial yang Lahir dari Persalinan Normal
Divisi Hukum dan Politik Lembaga Survei 2Indos, Khalid Akbar (kiri) dan Raihan Ariatama (kanan).

PADANG (3/6/2024) - Divisi Hukum dan Politik Lembaga Survei 2Indos, Khalid Akbar menilai, Raihan Ariatama adalah seorang pemimpin dari kalangan milenial yang lahir dari proses persalinan normal.

"Raihan ini bukan tokoh muda yang disetting dan disokong oligarki politik dan ekonomi dari papi maminya," ungkap Khalid dalam pernyataan tertulis yang diterima, Senin.

Hal itu disampaikan Khalid, menyorot langkah politik Raihan Ariatama yang mendaftar ke Partai Gerindra untuk mendapatkan Golden Ticket pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumbar pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2024.

Raihan Ariatama adalah pemuda kelahiran Kota Bukittinggi, tanggal 25 Desember 1992 silam. Dia merupakan Ketua Umum PB HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) periode 2021-2023.

Alumni SMAN 5 Bukittinggi ini menyelesaikan pendidikan S1 di Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM Yogyakarta (2016). Kemudian, meneruskan S2 Magister Ekonomi Pembangunan (2019) di almamaternya itu.

Selain jadi aktivis di HMI, perjalanan karir organisasinya sudah dimulai pada saat berkuliah. Raihan aktif berkegiatan di organisasi pada tingkat fakultas dan universitas, organisasi pemuda (DPD KNPI Sleman, DIY) dan organisasi internasional (IIFSO).

Di mata Khalid, jika generasi muda Minang sudah dipercaya, diperbincangkan dan digaungkan untuk memimpin teritorial selevel provinsi, berarti telah terjadi 'Progresivitas Berfikir Politik' pada masyarakat di Sumatera Barat.

Namun, Khalid mengingatkan Raihan, langkah-langkah politik yang dilakukannya itu tak sekadar 'Safari Politik' yang kosong isi sekaligus pertunjukan 'seminar dialektika' yang kosong makna.

"Raihan Ariatama sebagai insan cita yang mengemban misi keumatan dan kebangsaan, harus membuktikan pada para stakeholder penting yang akan mempengaruhi elektabilitasnya pada Pilkada serentak 2024, bahwa dirinya lillahi ta'ala untuk Sumatera Barat," tegas Khalid.

Raihan sebagai millenial yang pernah berada di panggung aktivis nasional, terang Khalid, harus paham bahwa Sumatera Barat adalah provinsi yang menggenggam agama Islam dan mengokohkan adat dalam menjalankan kehidupan sehari-seharinya.

Raihan harus mampu menawarkan, meyakinkan dan memberikan solusi kepada masyarakat dengan program-program yang dapat melindungi, mengokohkan dan mamajukan "Adaik basandi Syarak."

Halaman:

Penulis: Al Imran
Editor: Mangindo Kayo
Sumber:

Bagikan: