UPDATE: Korban Meninggal Dunia Banjir Bandang di Sumbar jadi 34 Orang

Minggu, 12 Mei 2024, 22:38 WIB | Kabar Daerah | Kota Padang
UPDATE: Korban Meninggal Dunia Banjir Bandang di Sumbar jadi 34 Orang
Ratusan pengendara terjebak di kawasan Sitinjau Lauk, pasca longsor melanda kawasan itu Ahad sore. (humas)

PADANG (12/5/2024) - Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi menyampaikan, data yang dihimpun BPBD Sumbar hingga pukul 14.00 WIB., jumlah korban meninggal dunia 34 orang.

"Rinciannya, 16 orang di Kabupaten Agam dan 18 orang lainnya di Kabupaten Tanah Datar. Semetnara, ada 5 orang masyarakat yang hingga siang ini, statusnya hilang. Untuk korban luka-luka berjumlah 16 orang," jelas Mahyeldi di Padang, Minggu (12/5/2024) Ahad.

Pasca musibah banjir bandang yang melanda 3 daerah di Sumbar pada Sabtu malam (11/5/2023) lalu, Pemprov melalui BPBD Sumbar terus melakukan koordinasi dengan BPBD daerah terdampak, guna memperoleh data dan informasi terkait jumlah korban dan luas wilayah yang terdampak.

Disebutkan Mahyeldi, saat ini proses evakuasi dan pencarian korban masih berlangsung di lapangan. Maka potensi pergerakan data ini masih sangat terbuka.

Baca juga: Mahyeldi Buka HIPMI PT UNP Fest, Ini Pesan Gubernur

Dia menuturkan, terkait luasan wilayah yang terdampak pada 3 daerah yang terkena bencana. Pihaknya mencatat, di Kabupaten Agam terdapat 4 kecamatan yang terdampak.

Di Kabupaten Tanah Datar ada 2 kecamatan yang terdampak. Sedangkan di Kota Padang Panjang ada 1 kecamatan yang terdampak.

Dikatakan, hingga saat ini pihaknya bersama sejumlah pihak terkait di lintas instansi, masih terus melakukan koordinasi dan komunikasi.

Baik terkait langkah penanganan dan pencarian korban maupun terkait upaya perlindungan terhadap para pengungsi dan kelompok usia rentan.

Baca juga: Fathol Bahri, Bustavidia dan Syafrizal Masuki Masa Pensiun, Ini Pesan Gubernur Sumbar

"Kita bersama sejumlah pihak terkait telah mendirikan posko di daerah terdampak, posko utama berada di daerah Bukit Batabuah Kabupaten Agam, posko lainnnya juga ada di Tanah Datar."

Halaman:

Penulis: Al Imran
Editor: Mangindo Kayo
Sumber:

Bagikan: