70 Persen Penduduk Sumbar Tidak Bugar

Senin, 22 Januari 2024, 07:00 WIB | Olahraga | Provinsi Sumatera Barat
70 Persen Penduduk Sumbar Tidak Bugar
Gubernur Sumbar, Mahyeldi didampingi Maifrizon (Kadispora) pada peluncuran program Road to 2045 Kormi Sumbar dan Aplikasi Tegar di auditorium gubernuran Sumbar, Ahad. (humas)

PADANG (21/1/2024) - Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi mengungkapkan, berdasarkan Indeks Pembangunan Olahraga 2023, penyakit jantung jadi kasus yang paling menguras klaim BPJS Kesehatan. Disusul kanker, stroke hingga gagal ginjal.

"Pemprov Sumbar mendorong warga untuk terus berolahraga dan menjaga kebugaran. Terlebih, agama sendiri menganjurkan kita untuk terus menjaga kebugaran dan menyediakan waktu untuk berolahraga," ucap Mahyeldi di Padang, Ahad.

Hal itu disampaikan Mahyeldi saat peluncuran program Road to 2045 Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Kormi) Sumbar dan Aplikasi Tes Kebugaran (Tegar) di auditorium gubernuran Sumbar.

Dikatakan Mahyeldi, tingkat kebugaran masyarakat Sumatera Barat masih rendah. Saat ini 70 persen dari seluruh penduduk Sumbar kurang bugar.

Baca juga: 2 Bulan Jembatan Pasar Tandikek 'Patah Pinggang,' Ini Saran Gubernur Sumbar ke Warga

"Data Sport Development Indeks (SDI) Kemenpora 2022 menunjukkan, partisipasi masyarakat gemar berolahraga baru di angka 33,03 persen. Artinya, kebugaran masyarakat kita sedang tidak baik-baik saja," ungkap Mahyeldi.

Oleh karena itu, Mahyeldi meminta Dinas Pemuda dan Olahraga serta Dinas Kesehatan Sumbar, untuk terus berkolaborasi dalam meningkatkan kebugaran masyarakat.

Kemudian, juga terus menginisiasi kegiatan-kegiatan yang mendorong motivasi masyarakat untuk berolahraga.

"Kebugaran berkaitan erat dengan kondisi kesehatan. Olahraga membantu kita menekan potensi berbagai penyakit."

Baca juga: Mahyeldi Kumpulkan Rektor dan Kepala Daerah Terdampak Pembangunan Jalan Tol, Ini 4 Butir Kesepakatan yang Dihasilkan

"Bayangkan saja, setiap tahun negara mengeluarkan Rp24,06 triliun lebih untuk biaya pengobatan masyarakat melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)," terang Mahyeldi.

Halaman:

Penulis: Al Imran
Editor: Mangindo Kayo
Sumber:

Bagikan: