Lomba Kejar Layangan Putus Dijadikan Ikon Program Daur Ulang Sampah
Layang-layang Pau-pau ini, terang dia, dibuat dengan mempertimbangkan keseimbangan pada tiap tahap pembuatannya. "Nilai ini dapat ditanamkan apabila permainan ini dilestarikan," urai Kamal Guci.
Sementara, Ajo Wayoik mengatakan, dirinya antusias dengan ide awal pemuda Togabar untuk melestarikan Layang Pau, pau yang pada dasarnya sangat sederhana sehingga dapat dibuat oleh anak-anak.
"Ketika berdiskusi, saya sarankan agar mereka juga mengedepankan kampanye melawan sampah. Sebab jamak permainan lama, berasal dari bahan-bahan yang sudah terbuang," terangnya.
Baca juga: Forum Batajau Seni Piaman Buka Bursa Tuan Rumah untuk Iven 2021, Ini Empat Prinsipnya
Diharapkan, Nagari Togabar jadi percontohan bagi upaya daur ulang sampah dengan terapan yang sebenarnya sudah sangat dekat dengan masyarakat. "Dengan membuat mainan daur ulang sendiri, anak-anak dan remaja Togabar, diharapkan dapat mulai memikir berbagai langkah lain dalam menjadikan sampah jadi barang berguna," ulasnya.
Hal yang menarik lagi, dalam rangkaian lomba, Ajo Wayoik menambahkan cabang mengejar layangan putus. "Ini ide aneh, tapi nenarik. Ketika informasi tentang lomba mengejar layangan putus yang bisa diikuti para penonton ini dihadapan peserta Mubes Sumbar Kreatif beberapa waktu lalu, teman-teman banyak yang tertarik untuk ikut," sebut Ketua Sumbar Kreatif, Yulvialdi Adek yang juga hadir di pertemuan itu.
Ia berharap, proses acara dapat berjalan lancar sehingga tujuan yang ingin dicapai dapat diraih. (rls)
Penulis:
Editor:
Sumber:
Berita Terkait
- Nurnas Serahkan Alsintan untuk 37 Keltan dari 11 Nagari di Padangpariaman
- Hakim MK Nyatakan Gugatan Tri Suryadi-Taslim Lewat Tenggang Waktu
- JKA Sosialisasikan Empat Pilar ke Kader Ansor Sumbar
- Wasekjen Ansor: Ketum Jadi Menag, Ansor Jadi Sorotan
- Optimistis Raih Anugerah KIP, III Koto Awua Malintang Siapkan Branding Nagari