Pasir Pulau Angso Duo nan Selembut Bulu Angsa

*Al Imran

Minggu, 31 Juli 2016 | Opini
Pasir Pulau Angso Duo nan Selembut Bulu Angsa

Cicipi Nasi Sek, Gulai Ikan dan Sate

Puas bermain air dan pasir, perut yang mulai keroncongan tentu harus segera diisi. Di sepanjang Pantai Gondoriah, banyak pengusaha rumah makan yang menjajakan Nasi Sek. Upsss... jangan ngeres dulu. Ini merupakan akronim dari 'Nasi Seratus Kenyang' yang dipopulerkan mantan Walikota Pariaman, Anas Malik pada era 1980-an dulu. Kini, tentu satu bungkusnya tak Rp100 lagi.

Nasik Sek ini disajikan dalam bungkus daun pisang, dengan ukuran satu kepalan tangan. Karena dibungkus daun inilah, aroma nasi jadi memantik selera makan. Terlebih, masakan aneka jenis ikan dengan bumbu khas Pariaman ditingkahi Kerupuk Udang, Urap dan gulai Sayur Singkong, akan mampu membuat wisatawan menghabiskan empat bungkus Nasi Sek.

nasi sek

Paket Nasi Sek yang banyak terdapat di berbagai rumah makan di Pantai Gondoriah, Kota Pariaman. (foto: http://pulaupagang.com)

Selain itu, Kota Pariaman juga memiliki kuliner kepala ikan dari berbagai jenis ikan karang seperti Kerapu, Kakap dan jenis lainnya. Ada dua jenis penyajian kuliner sea food kepala ikan ini di Pariaman yakni bergulai merah dan kuning. Ikan karang berkuah hijau ini menggunakan cabai rawit yang digiling, sedangkan yang kuah merah menggunakan cabai merah. Jadi sama-sama pedas. Apalagi yang berkuah hijau, biasanya masih ditambah dengan beberapa butir cabai rawit yang digulai bersama ikannya.

Sate juga jadi kuliner khas Kota Pariaman. Samahalnya dengan gulai ikan, sate ini juga disajikan dengan dua jenis kuah yakni berkuah kuning dan merah. Pedasnya juga relatif sama dengan gulai ikan. Cuma, yang spesial disini tentu saja Sate Lokan.

Lokan adalah sebutan dalam bahasa lokal Minangkabau untuk sejenis kerang lumpur yang banyak hidup di pesisir laut Sumatera Barat. Kerang dan Lokan, sebenarnya kedua binatang laut ini, dari jenis yang sama yakni kerang-kerang atau famili cardiidae. Lokan termasuk bangsa kerang hijau (kupang awung) bercangkang hitam. Bedanya, ukuran lokan jauh lebih besar dari kerang pada umumnya dan dagingnya pun lebih tebal. Sebelum diolah jadi sate, daging lokan mentah memiliki warna kuning pucat. Namun, ketika dimasak atau dipanaskan, warna daging akan berubah menjadi oranye kemerahan.

sate lokan

Sate Lokan. (foto: http://pulaupagang.com)

Berwisata tanpa cendermata, tentu terasa hambar. Kota Pariaman juga menyediakan aneka kuliner yang bisa dijadikan buah tangan. Salah satunya Karupuak Baguak. Ini adalah sejenis makanan ringan yang terbuat dengan cara menghancurkan biji melinjo hingga halus, kemudian dikeringkan di bawah sinar matahari. Pembuatan emping melinjo diawali dengan menyangrai melinjo, kemudian dikupas dan ditipiskan dengan sejenis palu dari batu.

Halaman:

*Wartawan Utama, Jurnalis valora.co.id

Bagikan:
Dosen FISIP Unand.

UKT Mahal, Tak Usah Kuliah

Opini - 20 Mei 2024

Oleh: Dr Emeraldy Chatra

Ramdalel Bagindo Ibrahim

Mengobati Luka Galodo dengan Hati dan Kelola Pikir

Opini - 17 Mei 2024

Oleh: Ramdalel Bagindo Ibrahim

Dr dr Zuhrah Taufiqa MBiomed.

Tanggulangi Stunting dengan Edukasi Gizi dan PMT Pangan...

Opini - 03 Mei 2024

Oleh: Dr dr Zuhrah Taufiqa MBiomed