4.536 Ekor Hewan Kurban Disembelih di Agam
VALORAnews - Pemotongan hewan qurban di Kabupaten Agam, pada hari raya Idul Adha 1436 Hijriyah mencapai 4.536 ekor, yang tersebar di 16 kecamatan se-Kabupaten Agam. Jumlah ini sesuai dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang dikeluarkan petugas kesehatan hewan.
"Jumlah ini jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, memang mengalami penurunan. Pada 2014, jumlah pemotongan hewan qurban di Agam mencapai 5.257 ekor," kata Kepala Dispertahornak Agam, Afdal.
Dikatakan, ke-4.536 ekor ini tersebar di Kecamatan Lubuakbasuang sebanyak 373 ekor, Tanjuang Mutiara (177 ekor), Tanjuang Raya (343 ekor), Matur (196 ekor), IV Nagari (88 ekor), Palembayan (174 ekor), IV Koto (346 ekor), Malalak (77 ekor).
Kemudian, Banuhampu sebanyak 516 ekor, Sungai Pua (215 ekor), IV Angkek (467 ekor), Canduang (171 ekor), Baso (353 ekor), Kamang Magek (326 ekor), Palupuah (149 ekor) dan Tilatang Kamang (565 ekor).
Baca juga: Pjs Bupati Agam: Penguatan SDM harus Sejalan dengan Kebutuhan Era Digital
Penurunan itu, menurut Afdhal seperti dikutip dari siaran pers Pemkab Agam, disebabkan oleh berbagai hal di antaranya, ada masyarakat Agam yang berqurban di luar Agam serta meningkatnya nilai harga hewan qurban.
Walau jumlah pemotongan hewan qurban berkurang, dari segi nilai ekonomis terjadi peningkatan jika dibanding Idul Adha tahun lalu. Pada 2014, dengan jumlah pemotongan hewan qurban sebanyak 5.257 ekor, nilai ekonomisnya hanya Rp50 miliar.
"Sedangkan di 2015 ini, dengan jumlah pemotongan hewan qurban hanya sebanyak 4.536, nilai ekonomis meningkat menjadi sekitar Rp60 miliar," ungkapnya. (kyo)
Penulis:
Editor:
Sumber:
Berita Terkait
- Nagari Pagadih jadi Nominator 10 Terbaik ADWI Tahun 2024 Kategori Kelembagaan dan SDM
- Pokdarwis Sungai Batang Dilatih Pariwisata Ramah Muslim, Ini Harapan Pjs Bupati Agam
- 40 Pelaku Usaha Dibekali Pengetahuan tentang Pentingnya Kebersihan dalam Industri Pariwisata
- Nagari Pasia Laweh Miliki Museum Adat dan Kebudayaan, Ini Harapan Pjs Bupati
- Agam Usulkan Festival Rakik-rakik jadi Agenda KEN 2025