Pasir Pulau Angso Duo nan Selembut Bulu Angsa

*Al Imran

Minggu, 31 Juli 2016 | Opini
Pasir Pulau Angso Duo nan Selembut Bulu Angsa

Ikan-ikan kecil tampak menari-nari di antara terumbu karang yang kedalamannya mencapai lima meter dari permukaan laut. Jika menyelam dangkal (skin diving) atau selam permukaan (snorkeling), melihat ikan-ikan kecil yang meliuk-liuk di antara terumbu karang, juga jadi sensasi yang tak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Apatah lagi dengan menyelaminya (diving) langsung.

Ini lah sekelumit pesona wisata bahari, yang dijanjikan di empat pulau kecil di Kota Pariaman yakni Pulau Angso Duo, Pulau Kasiak, Pulau Tangah dan Pulau Ujung. Pesona empat pulau yang memantik rasa rindu untuk berkunjung kembali ini, terletak pada posisi geografis 100005'58" - 100006'66" LS dan 0034'21" - 0039'54" BT dengan luas kawasan sekitar 2.298,35 ha.

menyelam angso duo

Seorang wisatawan berenang bersama ikan di antara terumbu karang di perairan laut Pulau Angso Duo, Kota Pariaman, Sumatera Barat. (foto: zulfadli muchtar/valora.co.id)

Merujuk penelitian Universitas Bung Hatta pada 2001 lalu, tutupan karang hidup di kawasan ini yaitu 20,92 persen di Pulau Kasiak, 12,47 persen (Pulau Angso), 9,67 persen (Pulau Ujung) dan 14,48 persen (Pulau Tangah). Tutupan karang hidup terdiri atas Acropora dan Non-Acropora.

Dari keempat pulau kecil ini, yang jaraknya paling dekat dari bibir pantai yakni Pulau Angso Duo. Jika berdiri di depan Pantai Gondoriah yang berada di jantung Kota Pariaman, pulau ini bisa langsung tampak jelas. Pesona yang begitu memikat ini lah, kemudian ditindaklanjuti Pemerintah Kota Pariaman dengan melakukan sejumlah pembenahan, agar Pulau Angso Duo ini bisa jadi lokasi wisata unggulan. Salah satunya dengan membangun dermaga kecil yang cukup representatif.

pantai gondoriah

Pantai Gondoriah dengan latarbelakang Pulau Angso Duo dari kejauhan. (foto: http://kabardunia.com)

Di Pulau ini juga terdapat tiga unit home stay dan sejumlah pondok wisata. Juga terdapat makam Katik Sangko, kerabat Syeikh Burhanuddin, ulama penyebar Islam di Minangkabau yang panjangnya 4,5 meter. Kuburan yang telah dipugar Pemko Pariaman ini, dikenal dengan Makam Panjang.

makam panjang

Di mushalla yang ada di Pulau Angsoduo ini lah, terdapat Makam Panjang. Makam sepanjang 4,5 meter ini, merupakan makam Katik Sangko, kerabat Syeikh Burhanuddin, ulama penyebar Islam di Minangkabau. (foto: zulfadli muchtar/valora.co.id)

Halaman:

*Wartawan Utama, Jurnalis valora.co.id

Bagikan:
Muhammad Fadli.
Ketua Pusat Studi Humaniora Universitas Andalas

Fenomena Politik Keluarga dan Tantangan Demokrasi Kita

Opini - 08 Maret 2024

Oleh: Dr Hary Efendi Iskandar

Dr. Hary Efendi Iskandar

Benarkah Gerakan Kampus Partisan

Opini - 27 Februari 2024

Oleh: Dr. Hary Efendi Iskandar

Nadia Maharani.

Kejahatan Berbahasa di Dirty Vote

Opini - 13 Februari 2024

Oleh: Nadia Maharani

Zulfadhli Muchtar

Adaptasi Strategi Komunikasi Pemasaran Terpadu Bagi UMKM

Opini - 31 Januari 2024

Oleh: Zulfadhli Muchtar