Solusi Atasi Kepik Hitam

*Silvia Permata Sari SP MP

Selasa, 07 Januari 2020 | Opini
Solusi Atasi Kepik Hitam

Hama kembali beraksi ke areal pemukiman warga. Beberapa bulan lalu dihebohkan Tomcat, serangga yang ditakuti karena menyebabkan alergi jika terkena cairannya. Seiring waktu, Tomcat hilang dari peredaran. Abis Tomcat, muncullah Kepik Hitam. Orang Padang menyebutnya "Pianggang."

Sudah beberapa pekan ini, serangga Kepik Hitam menyerbu rumah-rumah warga di Kota Padang. Serangga yang mengeluarkan bau khas menyengat ini, mulai hadir di rumah warga ketika sore datang, bahkan makin banyak di kala malam hari.

Kehadiran tamu tak diundang ini, membuat warga Padang resah. Kenapa tidak? Serangga hitam yang memiliki bau menyengat ini, menyerbu semua ruangan rumah, mulai dari teras hingga masuk ke dalam kamar. Meski serangga ini sudah dikumpulkan dan dibunuh, namun serbuannya semakin banyak. Kemudian bahayanya kepik hitam ini yaitu bisa masuk ke telinga.

Salah satu rumah warga yang diserbu kepik hitam ini, Ibu Kasmawati di Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang. Pengakuan ibu yang berprofresi serbagai guru tersebut mengatakan, sudah beberapa hari ini rumah warga di sekitar sini diserang hama berbau ini.

"Kami merasa tidak nyaman dan takut di kala magrib sudah datang. Apalagi saat sore hari atau ketika hujan turun. Serangga itu ditemukan di belakang rumah, di seluruh ruangan dalam rumah seperti ruang tamu, ruang makan, dapur hingga ke atas tempat tidur," tuturnya.

Serangga hitam meyarap ini, juga menempel di barang-barang, jendela, hingga lemari penyimpanan pakaian dan makanan. Teras rumah dan tanaman-tanaman di halaman rumah, tak luput dari serbuan Kepik Hitam ini.

Ibu Kas juga mengutarakan, kehadiran serangga Kepik Hitam ini menambah pekerjaan dengan anak-anak di kala malam hari untuk mengumpulkan kepik hitam itu agar habis dan tidak menggigit anak cucunya yang baru berumur 4 bulan. Kepik hitam ini tidak pandang bulu dalam menyerang, ia bisa menyerang hingga ke atas kasur, sehingga anak cucunya masih bayi tersebut disungkup orang tuanya dengan kelambu.

Ratusan Kepik Hitam menempel di dinding, di lantai, hingga di sela-sela terkecil di rumah. Meskipun tidak nyaman, keluarga Kasmawati tetap harus siaga untuk membersihkan dan mengumpulkan hewan hitam merayap itu.

Menurut warga lainnya, Witri, hama ini sangat mengganggu aktivitasnya. Apalagi dia tidak lagi bisa maksimal membuat dan menjual kue martabak pisang keju, karena kehadiran hama hitam berbau itu. "Saya cuma bisa buat kue di kala pagi sampai siang, kalau malam kepiknya pada berdatangan. Takutnya masuk ke kue yang saya buat. Akibatnya penghasilan saya berkurang," katanya.

"Kalau sudah magrib, saya matikan lampu karena kalau menyala sebentar saja, langsung banyak Kepik Hitam ini berdatangan," ujar Mita, seorang ibu rumah tangga di Kota Padang. Tak hanya itu, sejumlah swalayan besar yang menggunakan cahaya lampu dan ATM bank yang beroperasi di malam hari, tak luput dari serangan Kepik Hitam ini.

"Kami jadi kewalahan akan kehadiran ribuan kepik ini. Kepik ini mulai hadir mulai petang hari, dan serangannya semakin banyak saat malam hari," ujar Puput petugas salah satu swalayan di Kecamatan Luki Kota Padang juga mengaku sudah beberapa hari ini serangan ribuan kepik hitam ini.

Halaman:

*Dosen Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Unand

Bagikan:
Muhammad Fadli.
Ketua Pusat Studi Humaniora Universitas Andalas

Fenomena Politik Keluarga dan Tantangan Demokrasi Kita

Opini - 08 Maret 2024

Oleh: Dr Hary Efendi Iskandar

Dr. Hary Efendi Iskandar

Benarkah Gerakan Kampus Partisan

Opini - 27 Februari 2024

Oleh: Dr. Hary Efendi Iskandar

Nadia Maharani.

Kejahatan Berbahasa di Dirty Vote

Opini - 13 Februari 2024

Oleh: Nadia Maharani

Zulfadhli Muchtar

Adaptasi Strategi Komunikasi Pemasaran Terpadu Bagi UMKM

Opini - 31 Januari 2024

Oleh: Zulfadhli Muchtar