Kekuatan Sedekah

*Musfi Yendra

Kamis, 07 April 2016 | Opini
Kekuatan Sedekah
Musfi Yendra - Pincab Dompet Dhuafa Singgalang

Sepasang suami istri yang lama menikah tapi tak kunjung mendapat buah hati. Begitu rindu mereka menggendong seorang bayi mungil. Bayi yang tangisannya menjadi energi ketika lelah setelah bekerja. Ingin sekali merasakan bahagia menjadi orang tua.

Di antara tujuan pernikahan adalah menyambung keturunan. Menyiapkan nasab yang baik untuk membangun peradaban manusia. Kesempurnaan wanita ketika bisa melahirkan. Puncak kebahagian laki-laki ketika menjadi seorang ayah.

Berbagai upaya dilakukan oleh sepasang suami istri itu agar mimpinya punya anak jadi kenyataan. Pengobatan secara medis dengan beberapa program dijalaninya. Beberapa dokter ia datangi. Pengobatan non medis yang sesuai syariat juga dilakukan seperti konsumsi herbal dan terapi. Berdoa dan ikhtiar dijalankan beriringan. Namun sudah beberapa tahun belum juga berhasil.

Allah terus memintanya bersabar. Hingga tujuh tahun usia pernikahan. Suami istri itu terus bersabar dan yakin Allah akan memberikannya pada waktu yang tepat. Benar saja. Jika Allah berkehendak terhadap sesuatu maka terjadilah.

Bahkan kejutan Allah itu datang saat mereka tidak melakukan pengobatan medis dan non medis. Setelah usaha maksimal dan tawakkal kepada Allah dilakukan, datang jalan lain menuntunnya. Allah memberikan petunjuk dengan caranya sendiri.

Bersedekah di pagi hari setelah sholat subuh. Si suami melakukan amalan sedekah rutin setelah subuh berjamaah di mesjid. Tepat ia mulai 1 Ramadhan tahun lalu. Saat bersedekah itu doa terucap agar Allah balas dengan keturunan. Doanya dikabulkan Allah setelah 1,5 bulan amalan itu dilakukan. MaasyaAllah. Luar biasa.

Beberapa hari lalu ia telah menjadi orang tua dari seorang puteri yang cantik. Setiap kesabaran dan keikhlasan pasti Allah balas dengan kebahagiaan pada waktu yang tepat. Amanah itu akan ia pikul dengan penuh tanggungjawab.

Sedekah memiliki kekuatan dan keutamaan. Sebagaimana terdapat dalam firman-Nya; "Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan rezeki dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan." (QS. Al Baqarah:254). (*)

*Pincab Dompet Dhuafa Singgalang

Bagikan:
Muhammad Fadli.
Ketua Pusat Studi Humaniora Universitas Andalas

Fenomena Politik Keluarga dan Tantangan Demokrasi Kita

Opini - 08 Maret 2024

Oleh: Dr Hary Efendi Iskandar

Dr. Hary Efendi Iskandar

Benarkah Gerakan Kampus Partisan

Opini - 27 Februari 2024

Oleh: Dr. Hary Efendi Iskandar

Nadia Maharani.

Kejahatan Berbahasa di Dirty Vote

Opini - 13 Februari 2024

Oleh: Nadia Maharani

Zulfadhli Muchtar

Adaptasi Strategi Komunikasi Pemasaran Terpadu Bagi UMKM

Opini - 31 Januari 2024

Oleh: Zulfadhli Muchtar