Tanggulangi Stunting dengan Edukasi Gizi dan PMT Pangan Lokal Hewani

*Dr dr Zuhrah Taufiqa MBiomed

Jumat, 03 Mei 2024 | Opini
Tanggulangi Stunting dengan Edukasi Gizi dan PMT Pangan Lokal Hewani
Dr dr Zuhrah Taufiqa MBiomed.

PEMBANGUNAN sumber daya manusia berkualitas merupakan amanat prioritas pembangunan nasional.

Status gizi yang baik merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pembangunan sumber daya manusia.

Namun demikian, berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, satu dari lima balita, atau sekitar 21,6% mengalami stunting.

Stunting itu yakni kekurangan asupan gizi kronis yang berdampak terhadap kondisi gagal tumbuh pada anak yang bersifat irreversible.

Meski terjadi penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, namun terdapat peningkatan risiko kejadian stunting sebesar 1,6 kali pada kelompok usia 6-11 bulan dibandingkan dengan kelompok usia 12-23 bulan.

Hal ini menjadi tantangan besar dalam mengupayakan target percepatan penurunan stunting pada tahun ini, yang telah ditetapkan sebesar 14%, demi mewujudkan Indonesia emas pada tahun 2045.

Beragam faktor turut berkontribusi terhadap kejadian stunting pada bayi dan balita. Adanya fakta terjadinya peningkatan risiko stunting pada kelompok usia 6 hingga 11 bulan, mengindikasikan adanya masalah pada periode pemberian Makanan Pendamping ASI (MP ASI) yang direkomendasikan oleh WHO pada periode tersebut.

Stunting bukanlah sesuatu yang terjadi secara cepat, melainkan merupakan hasil dari kondisi kronis yang berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama.

Kekurangan asupan makanan bergizi menjadi penyebab langsung terjadinya masalah gizi pada kejadian stunting. Pola asuh yang kurang tepat, kurangnya pengetahuan turut berkontribusi sebagai faktor tidak langsung terhadap akses makanan bergizi.

Jika asupan gizi tidak diperbaiki, maka lingkaran stunting ini berpotensi untuk berulang pada generasi-generasi selanjutnya.

Dampak dari stunting sangat merugikan, karena dapat mengurangi kecerdasan dan produktivitas individu, serta meningkatkan risiko terkena berbagai penyakit degeneratif di masa depan.

Halaman:

*Doktoral Ilmu Gizi-Dosen Fakultas Kedokteran UNP

Bagikan: