Bappenas Perkirakan 6 Juta Anak jadi Perokok Aktif, Puan Maharani: Kekhawatiran Ini Bukan Sekadar Ekspresi Moralitas

Sabtu, 08 Juli 2023, 15:00 WIB | News | Nasional
Bappenas Perkirakan 6 Juta Anak jadi Perokok Aktif, Puan Maharani: Kekhawatiran Ini Bukan...
Ketua DPR RI, Puan Maharani.

RPP prakarsa Kemenkes itu, memuat tujuh pokok materi muatan yang salah satunya adalah ketentuan larangan menjual rokok ketengan mulai tahun 2023.

Ia juga menyayangkan aturan kawasan tanpa asap rokok (KTR) yang penerapannya masih kurang optimal.

Menurut Puan, implementasi serta pengawasan KTR di lapangan belum berjalan dengan baik.

"Penting sekali untuk lingkungan pendidikan, memberikan edukasi berlebih tentang bahaya merokok kepada anak," ungkapnya.

"Pastikan zona sekolah bebas dari asap rokok. Tentunya ini juga membutuhkan peran dari orang dewasa. Sebaiknya tidak merokok di depan anak-anak. Selain bahaya karena menjadikan anak sebagai perokok pasif, kita ketahui bersama anak-anak mencontoh apa yang mereka lihat," imbuhnya.

Paparan asap rokok pada anak pun patut menjadi perhatian semua pihak. Dengan jadi second-hand smoker (terpapar asap langsung dari orang yang merokok) maupun third-hand smoker (paparan tidak langsung bisa melalui residu asap rokok yang menempel di pakaian), anak akan memiliki berbagai risiko kesehatan.

Untuk diketahui, anak yang menjadi perokok pasif, lebih rentan mengalami batuk lama, menderita sakit radang paru (pneumonia) dan asma.

Bahkan, sebanyak 165.000 orang anak di dunia meninggal setiap tahun karena penyakit paru terkait dengan paparan asap rokok.

"Menyelamatkan generasi bangsa dari kecanduan zat adiktif yang ada dalam rokok merupakan tanggung jawab bersama. Baik itu pemerintah, DPR, produsen rokok, hingga masyarakat itu sendiri."

"Mari kita lindungi anak-anak kita dari paparan asap rokok, agar generasi penerus kita bertumbuh menjadi anak yang sehat sehingga dapat membawa kemajuan untuk Indonesia," pungkasnya. (*)

Halaman:
1 2 3
IKLAN COKLIT DPT PILKADA SERENTAK 2024 SUMATERA BARAT

Penulis: Al Imran
Editor: Mangindo Kayo
Sumber:

Bagikan: